Pindah Sekolah, Melow si Emak

 

Susahnya jadi orang melankolis. Seperti diriku inilah. Pagi ini, menahan rasa tak enak yang berkepanjangan (sejak beberapa hari terakhir) tersebab dua anak yang harus berpindah ke sekolah. Kalau dilihat-lihat secara jernih, sebenarnya tak ada sama sekali yang harus dirisaukan. Tapi ya itu tadi. Susahnya jadi si melankolis.

Hari ini, saya harus menyampaikan surat yang sebenarnya berat bagi saya untuk menyampaikannya. Sebagai orang yang banyak melow-nya, hal seperti ini kadang jadi membuat berat mengambil keputusan. Kebaikan yang pernah saya dapatkan dari orang, siapapun, akan saya kenang berbilang tahun. Awet. Berusaha menyimpannya dalam bingkai kenangan *halah. Kadang membuat jadi nggak enakan. Tapi, memang harus lebih asertif dalam memilih. Ah.

Surat ini adalah surat pengunduran diri Najma dan Ilyas dari sekolahnya. Apa pasal? Dapat notif dari school yang dekat dengan rumah, bahwa dua anak diterima di sana. Sejak tahun lalu saya sudah daftarkan anak-anak ke sekolah ini. Dekat sekali. Hanya berselisih tembok belakang rumah. Meski berjalan harus memutar (tidak boleh manjat tembok dong, hehe), dalam lima menit sudah sampai sekolah. Namun tahun lalu kelas sudah penuh. Dan anak-anak berada pada daftar waiting list sekolah. Nama sekolahnya Galway Educate Together NS (GETNS). Sekolah yang juga bagus, yang “moderat” untuk ukuran sini. Mereka tidak menggunakan etos katolik sebagaimana sekolah-sekolah lainnya. Tapi bukan di sini poin saya. Karena disekolah lamapun, meski dengan etos katolik, kami tidak menemukan ada masalah dengan anak-anak. Tidak juga dalam pelajaran dan nilai-nilai yang diajarkan. Toh di sini juga bersekolah beberapa anak-anak muslim, yang saat saya tanyakan pada orang tua mereka, mereka ok dengan sekolah ini.

Tapi poin saya adalah soal jarak. Jarak tempuh 1,2km bagi anak-anak adalah soal yang jadi PR buat saya. Kami tidak ada mobil di sini. Kalau cuaca sedang baik, jarak 1,2km bukan masalah. Tapi Irlandia? Negeri dingin dan basah lagi berangin ini terkenal moody soal cuaca. Lima menit cerah, menit ke enam langsung hujan. Curah hujan di sini sangat-sangat tinggi. Konon, hanya sekira 20 hari saja dalam setahun, yang klir tanpa air tercucah dari langit. Hujan bisa pagi, siang, atau malam, kadang sebentar kadang lama. Kadang deras kadang rintik. Makanya, “bonus” pelangi adalah hal indah lain yang kami dapati di sini.

Untuk anak Junior dan Senior Infants, jam belajarnya adalah pukul 9am s.d 1.30pm. Oleh karenanya memang harus dijemput pada saat pulangnya, karena jam pulang yang berbeda dengan kakak-kakaknya. Untuk hari Jumat, sudah pasti saya yang jemput karena abinya anak-anak shalat Jumat. Untuk hari Senin-Kamis abinyalah yang menjemputnya. Namun cuaca di Ireland yang dingin berangin dan hujan, membuat abinya anak-anak yang post-stroke sering terkendala dengan soal cuaca ini. Ia menggunakan tongkat untuk membantu berjalan, karena bagian kanan tubuhnya belum berfungsi optimal. Pernah di suatu hari di bulan Desember, angin kencang sekali, sampai ia terjatuh di tengah jalan saat menyeberang. Dan dingin yang menggigit membuat kakinya semakin kaku hingga harus berjalan diseret. Bagus menyeberang di lampu merah. Ia akhirnya dengan tertatih bisa menyeberang dan sampai di rumah dengan selamat. Beberapa hari kakinya bengkak dan sulit berjalan.

Kejadian ini bukan sekali, terjatuh dihempas angin. Saya pun pernah terjatuh karena angin demikian kencang berhembus. Makanya, secara umum payung adalah benda yang tidak dapat diandalkan di sini. Beberapa yang kami punya sudah rusak, dalam hitungan pemakaian 2-3 kali. Jaket dan rain coat-lah yang sangat membantu. Akhirnya selama beberapa bulan (kalau tidak salah sampai Februari atau Maret) abinya absen jemput Ilyas. Sayalah yang harus jemput. Tetapi jadwal kuliah, seminar, training dst di kampus menyulitkan saya. Meski akhirnya bisa juga diatur-atur sedemikian rupa. Akrobat dengan jadwal.

Pada bulan Maret sampai dengan Juni, saat abinya anak-anak mulai menjemput Ilyas lagi. Ada seorang orang tua murid, Irish Lady, yang baik hati. Namanya Lucy. Ibu ini anak bungsunya di Senior Infants. Demi pada suatu kali ia kebetulan sedang drive melihat abinya keseleo di pinggir jalan pada saat hendak menjemput Ilyas, maka ia menawarkan untuk mengantar abinya dan Ilyas ke rumah. Kebetulan karena di senior infants, jam keluar sekolah anaknya, Mary Jane, bersamaan dengan Ilyas pada 1.30pm. Bahkan ia menawarkan kalau abi tidak bisa menjemputpun ia akan mengantar Ilyas ke rumah. Ia membagi nomor HPnya. Kami sangat bersyukur, dan mendoakan kebaikan bagi Lucy yang baik hati itu serta keluarganya. Maka, hampir setiap hari Lucy mengantar Ilyas dan abinya anak-anak ke rumah. Kalau ia sedang tidak bisa, Lucy meminta orang tua murid yang lain untuk mengantarnya, ada Laura ada juga James. Orang-orang baik. Kami tidak meminta, tetapi Allah menolong dengan caraNya, mengetuk hati yang diliputi kasih. Ya Rabb, Engkau Maha baik.

Adapun untuk anak-anak yang lain, ada keberkahan juga yang kami dapatkan. Sejak winter pada Desember, tiga anak itu ditawarkan lift oleh seorang Ibu, Namanya Karimah, seorang muslimah Libya yang anaknya kebetulan sekelas dengan Izzi. Dan setiap hari, sejak Desember hingga Juni, beliaupun men-drop anak-anak dengan mobilnya di rumah. MasyaAllah. Allah maha baik.

Kembali ke soal surat, pagi ini saya harus layangkan surat kepada Kepala Sekolah untuk mohon diri atas perpindahan Lulu dan Ilyas (Thariq belum berkesempatan mendapatkan tempat di kelas 4 di GETNS, karena waiting list-nya berada di posisi cukup jauh, posisi 8).. Ilyas sudah tidak masuk sejak beberapa hari lalu, dan saya sudah menyampaikan secara lisan melalui Thariq dan Najma kepada kepala sekolah. Tapi surat baru saya layangkan secara resmi di hari ini. Jumat lalu ada sms masuk ke HP saya dari sekolah, isinya bikin saya perih hati:

“Hello from Bushypark School. We understand that the new school is more convinient for   Ilyas, but if you decide that you’d like children back in our school, and as we’re losing a teacher because of Ilyas unexpectedly moving, we could provide a free afterschool 1.30-2.30 daily (worth 20Eur per week) and free Book Rental for Ilyas. If not, we wish him happiness. Kind regards. Bushypark NS.”

*SMS ini dikirimkan pada saat Najma masih belum pindah*

Oh, tentu saja tidak mudah membaca sms ini, dengan track kebaikan satu tahun yang saya dapatkan dari sekolah yang mengesankan ini. Tapi, ada beberapa hal yang sungguh harus dipikirkan dengan diterimanya di sekolah yang baru, yang telah berada pada waiting list selama…satu tahun!

Jarak sekolah yang dekat, memudahkan anak-anak untuk mencapainya, khususnya pada saat winter. Abinya juga dengan lebih mudah menjemput Ilyas setiap 1.30pm, kecuali hari Jumat karena harus shalat Jumat. Seperti di sekolah sebelumnya, sekolah ini juga terdiri dari anak-anak dari berbagai macam ras dan suku bangsa. Majemuk. Sekolah ini disebut sebagai sekolah “sekuler” yang tidak mendasarkan etos agama apapun di sekolah, dan tidak ada pelajaran agama tertentu di sekolah ini. Soal biaya, walaupun tidak menjadi pertimbangan utama mengingat sekolah yang lamapun masih cukup terjangkau, ternyata juga lebih murah di sini. Setiap keluarga dikutip 50Euro setahun. Iya, hitungannya per keluarga, bukan per kepala! Dan jumlah itupun sudah termasuk book rent. Adapun buku-buku lain ada juga yang harus dibeli, tetapi tidak seberapa, semacam copy book dan stationery penunjang lainnya. Oya, di sekolah ini juga tidak ada seragam sekolah. Setiap hari anak-anak mengenakan baju bebas.

Dan setelah menimbang masak, khususnya yang paling berat adalah bab jarak, akhirnya surat inipun saya kirimkan padanya. Sedih memang. Tapi apa boleh buat. Bahkan untuk bertatap langsung dengan Pak Kepsek pun saya tak kuasa *lebay* Huhu. Beginilah susahnya orang melow.

 

Galway, 5 September 2016

Dear Mr. Carney,

Good Morning.

I would like to inform you that Ilyas (Senior Infants)   and Najma (6th   Class) will move to Galway Educate Together NS. It is because that school is closer to our house which we could reach by walking in 5 minutes, whereby it is located just behind our rent-house in fairlands park. Najma will accompany Ilyas at this school. Otherwise Thariq (4th Class) will stay in Bushypark NS, he will go to school walking together with Omar (6th Class) everyday.

We do apologise for this. I was thinking about it longer and really hard to decide it indeed. Since I found that Bushypark NS is an amazing school with highly respected and exceptional professionalised teacher, very caring, school atmosphere of safety, excellent collaboration, and warmth. This circumstances give tremendous help to our children to adapt very soon with their new-stage of life here in Ireland.

We are always grateful to see our children are  blissful and feel comfortable in this school.

However I have to think technically about them in particular at the winter season to reach the school and go home. Considering that sometimes my husband with his impairment could not deal with the certain weather. In addition, this academic year I plan to conduct some field research abroad.

Finally, we would like to express our sincere thanks and appreciation both to you and to all distinguished teachers and staff   for the patience and hard working. It means so much to our children.

Best wishes,

 

Yeni Rosdianti

CC: Ms. Edel Hynes

 

 

 

 

 

 

 

Thariq sudah merasa happy dengan teman-temannya di SD, ia betah sudah punya banyak teman dekat di kelasnya.

Apapun, semoga pilihan ini adalah pilihan yang terbaik bagi anak-anak, dan tanpa menyinggung pihak manapun. Soal rasa terima kasih, tak terkira tumpah rasa ini kepada sekolah dan para guru. Jasamu tiada tara. Seluruh hormat dan takzim buat kalian.

 

 

Galway, 5 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s